• Sabtu, 21 Mei 2022

Jalan Tol Dikebut, Swasta Silakan Ikut

- Selasa, 11 Januari 2022 | 15:00 WIB
Presiden Jokowi meresmikan Jalan Tol Enam Ruas Jalan Tol dalam Kota Jakarta, Segmen Kelapa Gading-Pulo Gebang, Senin (23/08/2021) pagi, di Gerbang Tol Cakung, Jakarta Timur. (Foto: BPMI Setpres/Lukas)
Presiden Jokowi meresmikan Jalan Tol Enam Ruas Jalan Tol dalam Kota Jakarta, Segmen Kelapa Gading-Pulo Gebang, Senin (23/08/2021) pagi, di Gerbang Tol Cakung, Jakarta Timur. (Foto: BPMI Setpres/Lukas)

MEDIUM.CO.ID - Menteri Basuki Hadimuljono siap mengebut di jalan tol sampai 2024. Targetnya, 1.011 km jalan tol baru bisa rampung dari 2022 hingga akhir 2024. Bila target itu tercapai, pada awal 2025 nanti Indonesia dapat mengoperasikan jalan tol sepanjang 3.500 km, dan sebagian besar tol Trans-Sumatera sudah terkoneksi.

“Kehadiran jalan tol yang terhubung dengan kawasan-kawasan produktif seperti kawasan industri, pariwisata, bandara, dan pelabuhan akan dapat mengurangi biaya logistik dan meningkatkan daya saing produk dalam negeri,” kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dalam keterangan tertulis yang dirilis Jumat (31/12/2021).

Pembangunan jalan tol, menurut Menteri Basuki, ialah bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN), sebagaimana disebut dalam Peraturan Presiden (Perpres) nomor 56/2018 tentang Perubahan Kedua atas Perpres 03/2016 tentang Percepatan Pelaksanaan PSN. Hingga November tahun 2021, tercatat panjang ruas tol yang sudah beroperasi mencapai 2.457 km.

Baca Juga: Luhut Apresiasi Peningkatan Testing dan Tracing Covid-19 di Daerah

Dengan payung PSN itu, pembangunan jalan tol mengalami akselerasi yang cukup tinggi sejak 2015. Bila pada periode 1978--2014 tercatat baru ada jalan tol sepanjang 795 km, pada periode 2015-2019 ada tambahan 1.298 km. Di tengah situasi pandemi Covid-19, saat anggaran belanja negara banyak dialokasikan ke penanggulangan pandemi, jalan tol masih tumbuh sepanjang 245 km tahun 2020.

Di tahun 2021, hingga akhir November, ada tambahan 10 ruas jalan tol baru sepanjang 123 km. Hampir separuhnya di wilayah Jabodetabek dan Banten. Separuh lagi bagian dari tol Trans-Sumatera, terutama pada ruas panjang Banda Aceh-Medan, Balikpapan-Samarinda di Kalimantan Timur dan Manado-Bitung di Sulawesi Utara. Seluruhnya 155 km. Dengan demikian, di awal 2022 ini sudah beroperasi jalan tol sepanjang 2.457 km di seluruh Indonesia.

Pada kurun 30-35 bulan ke depan direncanakan 1.011 km jalan tol baru. Rinciannya, di tahun 2022 sepanjang 422 km, tahun 2023 sepanjang 338 km, dan tahun 2024 sepanjang 251 km. Ruas jalan tol yang diprioritaskan adalah antara Banda Aceh-Medan-Pekanbaru-Jambi-Palembang, yang sebagian telah selesai dikerjakan, dan Semarang-Yogyakarta serta Solo-Yogyakarta.

Baca Juga: Jokowi: Pandemi tak Hentikan Upaya Peningkatan Taraf Hidup Rakyat

Partisipasi Swasta

Dalam melakukan percepatan pembangunan jalan tol nasional itu, investasi dilakukan pemerintah dengan APBN melalui Kementerian PUPR lewat skema penyertaan modal pemerintah. Pengerjaan konstruksinya dilakukan oleh BUMN Karya, sebutan bagi perusahaan konstruksi utamanya ialah PT Waskita Karya (WP), PT Hutama Karya, PT Pembangunan Perumahan (PP), serta anak perusahaannya. Pengelolaan dan pengoperasiannya kemudian diserahkan pada PT Jasa Marga, dan anak perusahaan PT Hutama Karya, PT Waskita Karya, dan PT PP. Pengaturannya menjadi tanggung jawab dari Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yang secara teknis di bawah Kementerian PUPR.

Halaman:

Editor: Irfan Malik

Sumber: Indonesia.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Menaker Tegaskan 2022 THR Harus Kontan

Minggu, 10 April 2022 | 02:00 WIB

Jakarta Hadir di London Book Fair 2022

Kamis, 7 April 2022 | 04:30 WIB

Transaksi Digital Melalui QRIS Terus Melonjak

Rabu, 6 April 2022 | 03:00 WIB

Transformasi Digital Bawa Ayam Taliwang ke Eropa

Kamis, 31 Maret 2022 | 13:00 WIB

Wamenkeu: Tidak Semua Barang/Jasa Dikenakan PPN

Sabtu, 19 Maret 2022 | 13:00 WIB
X