• Selasa, 5 Juli 2022

Sisa Cerita Pengrajin Perhiasan (Bagian 1): Pernah Berjaya Pada Jamannya

- Sabtu, 4 September 2021 | 18:11 WIB
Pengrajin perhiasan emas Kamasan Mardian Cianjur. (dokumentasi medium.co.id)
Pengrajin perhiasan emas Kamasan Mardian Cianjur. (dokumentasi medium.co.id)

MEDIUM.CO.ID - Wanita lekat dengan keindahan sekaligus kemewahan. Setiap wanita pasti mendambakan memiliki perhiasan sebagai simbol keindahan dan kemewahan itu.

Bagian tubuh wanita yang selalu terbalut dengan perhiasan selalu menjadi daya tarik sendiri bagi orang yang melihatnya.

Di balik kemewahan sebuah perhiasan, selalu ada tangan-tangan terampil membentuk logam mulia itu menjadi pas untuk dikenakan.

Baca Juga: Sejarah Kopi Cianjur di Jaman Kolonial: Pohon Pertama Gagal (Bagian 1)

Keberadaan para perajin perhiasan saat ini sudah mulai hilang. Seiring banyaknya industri besar yang bisa memproduksi dalam jumlah banyak, para tukang pun seakan harus menerima kenyataan bahwa masa keemasan mereka sudah mulai habis.

Di Cianjur, salah satu bengkel perhiasan yang masih tetap bertahan adalah Kamasan Mardian. Pernah berjaya di sekitar tahun 1980-an dan memiliki banyak perajin, kini kamasan tersebut hanya tersisa satu perajin.

Baca Juga: Kenali Jenis-Jenis Teh dan Manfaatnya Bagi Kesehatan

"Dulu pada tahun 1980-an ada sekitar 10 perajin yang memiliki keahlian berbeda. Ada spesialis membuat kalung, gelang, cincin dan lainnya. Karena dulu belum banyak perhiasan yang dibuat sama mesin," ujar Marna Sumarna, pemilik Kamasan Mardian.

Marna sempat bercerita tentang kejayaan bengkel perhiasan miliknya. Menurut dia, harga emas yang pada saat itu masih di angka Rp 20 ribu per gram, membuat dirinya menerima banyak sekali pesanan membuat perhiasan.

Baca Juga: Ini Empat Curug di Cianjur yang Bisa Dieksplor, Nomor 4 Disebut Mirip Air Terjun Niagara

Halaman:

Editor: Deden Abdul Aziz

Tags

Terkini

Terpopuler

X