• Sabtu, 21 Mei 2022

Waspada, Tidur dengan Lampu Terang Bahayakan Kesehatan Jantung

- Kamis, 31 Maret 2022 | 13:30 WIB
Ilustrasi, tidur di ruangan terang berpotensi mengganggu kesehatan. (FOTO: Pikiran-rakyat.com)
Ilustrasi, tidur di ruangan terang berpotensi mengganggu kesehatan. (FOTO: Pikiran-rakyat.com)

MEDIUM.CO.ID - Sebuah penelitan mengungkapkan bahwa tidur di ruangan cukup terang cukup berbahaya dan mengganggu kesehatan kardiometabolik.

Studi peneliti yang dilakukan Fakultas Kedokteran Feinberg Universitas Northwestern ini melihat hanya dengan satu malam tidur di ruangan cahaya ambient moderat, dapat meningkatkan detak jantung malam hari dan menimbulkan lonjakan resistensi insulin di pagi hari.

Banyak penelitian terbaru yang menyelidiki dampak cahaya dari layar pada kualitas tidur dan kesehatan secara umum. Sebagian besar penelitian ini berfokus pada bagaimana paparan cahaya malam hari mengganggu ritme sirkadian.

Baca Juga: Selain Berpahala, Simak 6 Keberkahan Sahur di Bulan Ramadhan

Penelitian itu juga mengatakan bahwa gangguan ini dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kanker, penyakit jantung, dan obesitas. Yang masih kurang dipahami adalah hubungan antara paparan cahaya saat kita tidur dengan kesehatan secara umum.

Studi observasional telah mendeteksi hubungan antara tingkat cahaya kamar tidur dan kondisi seperti diabetes atau obesitas. Tapi hanya beberapa penelitian yang secara eksperimental melihat efek tidur di bawah cahaya terang.

Riset baru ini merekrut 20 orang dewasa muda yang sehat dan membagi mereka menjadi dua kelompok. Satu kelompok menghabiskan dua malam berturut-turut di laboratorium tidur di bawah cahaya redup (kurang dari tiga lux). Sementara kelompok lain menghabiskan satu malam dalam cahaya redup dan malam kedua di bawah tingkat cahaya sedang (cahaya ruangan 100 lux).

Baca Juga: Tradisi Minta Maaf dan Memaafkan Jelang Ramadhan, Ini Penjelasannya

"Penelitian menunjukkan detak jantung meningkat ketika tidur di ruangan yang cukup terang. Meskipun kita tertidur, sistem saraf otonom diaktifkan. Itu buruk,” jelas penulis utama studi itu, Daniela Grimaldi seperti dikutip dari laman PMJ NEWS yang dilansir laman wellandgood, Rabu (30/3/2022).

"Padahal, detak jantung bersama dengan parameter kardiovaskular lainnya lebih rendah di malam hari dan lebih tinggi di siang hari," sambungnya,

Halaman:

Editor: Dede Sandi Mulyadi

Sumber: PMJ News

Tags

Artikel Terkait

Terkini

15 Ucapan Hari Raya Idul Fitri 2022 Penuh Makna

Sabtu, 23 April 2022 | 17:00 WIB

5 Olahraga yang Cocok Saat Berpuasa

Sabtu, 23 April 2022 | 15:00 WIB

Studi: Berpuasa Bermanfaat Mencegah Penuaan Dini

Jumat, 22 April 2022 | 16:30 WIB
X