• Rabu, 19 Januari 2022

Dampak Proyek Kereta Cepat, Warga Takut Lumpur Masuk Rumah

- Jumat, 10 September 2021 | 08:45 WIB
Warga Kampung Tegalnangklak sedang dibayangi rasa ketakutan longsoran material tanah dari pengerjaan proyek Kereta Cepat Jakarta—Bandung. (Ayobandung.com/Dede Nurhasanudin)
Warga Kampung Tegalnangklak sedang dibayangi rasa ketakutan longsoran material tanah dari pengerjaan proyek Kereta Cepat Jakarta—Bandung. (Ayobandung.com/Dede Nurhasanudin)

MEDIUM.CO.ID - Meski dibangun untuk akselerasi mobilitas masyakrakat, namun nyatanya pembangunan kereta cepat menyisakkan cerita lain untuk warga yang rumahnya dilewati oleh rute kereta tersebut.

Warga Kampung Tegalnangklak (seke), Desa Bunder, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta sedang dibayangi rasa ketakutan longsoran material tanah dari pengerjaan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB).

Rasa ketakutan yang mereka alami bukan tanpa alasan, mengingat pengerjaan proyek straregis nasional tersebut tepat berada di atas permukiman warga.

Baca Juga: Sejarah Lampegan (1): Terowongan Kereta Api Tertua di Jawa

"Kami ingin tebing dekat rumah saya dipasang tanahan besi atau tembok, agar lumpur atau tanah tidak masuk ke permukiman warga, bahkan ke tembok rumah saya," ujar salah seorang warga di kampung tersebut Cucum, Kamis 9 September 2021.

Dia mengaku bersama warga lain telah menyampaikan keluhan tersebut kepada pihak pengembang, ketika lumpur bercampur air masuk ke permukiman warga pada Rabu kemarin.

Namun hingga saat ini belum juga mendapat tanggapan atau tanda-tanda akan segera dikerjakan apa yang diharapkan masyarakat.

"Kami takut hal serupa kembali terulang, kami setiap hari dirundung ke khawatiran," kata Cucum.

Baca Juga: 6 Film Tentang Tokoh Nasional Ini Bisa Menjadi Inspirasi

Tak hanya itu, warga di sini, lanjut dia juga kesulitan akses karena jalan yang biasa digunakan terputus terdampak mega proyek nasional itu.

Halaman:

Editor: Afifah Rahmah

Sumber: Ayobandung.com

Tags

Terkini

Indonesia Tambah Pasokan Vaksin AstraZeneca

Selasa, 18 Januari 2022 | 18:30 WIB

Ardhito Pramono Ajukan Permohonan Rehabilitasi

Selasa, 18 Januari 2022 | 09:30 WIB
X