• Rabu, 19 Januari 2022

Mantan Bupati Kupang IAM Jadi Tersangka Maling Uang Rakyat

- Sabtu, 4 Desember 2021 | 07:45 WIB
Mantan Bupati Kupang jadi tersangka Maling Uang Rakyat (Foto: dok. Puspenkum)
Mantan Bupati Kupang jadi tersangka Maling Uang Rakyat (Foto: dok. Puspenkum)

MEDIUM.CO.ID - Tim Penyidik Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (NTT) menetapkan mantan Bupati Kupang, IAM sebagai tersangka kasus dugaan Maling Uang Rakyat  pemindahtanganan aset Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kupang berupa tanah dan bangunan yang terletak di Jalan A. Yani Kelurahan Oeba, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang.

Dilansir dari InfoPublik, Jumat 3 Desember 2021, Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung (Kejagung), Leonard Eben Ezer Simanjuntak menyatakan, untuk mempercepat proses penyidikan tersangka Maling Uang Rakyat IAM dilakukan penahanan selama 20 hari terhitung sejak 3 Desember 2021 sampai dengan 22 Desember 2021 di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II Kupang.

Leonard menjelaskan, kasus Maling Uang Rakyat ini bermula saat IAM selaku Bupati Kupang periode 2004-2009 pada Maret 2009 telah menerbitkan Surat Keputusan Bupati Kupang tentang persetujuan penjualan rumah dinas golongan III milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kupang untuk atas nama tersangka IAM terhadap aset berupa tanah seluas 1.360 M2 dan bangunan seluas 210 M2.

Baca Juga: Seorang Ibu Rumah Tangga di Cianjur Tewas Terlindas Truk Tronton

Aset tersebut tercatat sebagai tanah dan bangunan perkantoran, dalam hal ini Gedung RPD Kabupaten Kupang.

Selanjutnya tanpa ada pembayaran ganti rugi atas aset tersebut, tanpa sepengetahuan Pemkab Kupang pada 2016, tersangka mengajukan permohonan Sertifikat Hak Milik (SHM) ke BPN Kota Kupang dan terbit SHM atas nama tersangka IAM.

Kemudian, aset tersebut dijual kepada pihak lain atas nama JS pada 2017 senilai Rp8.000.000.000.

Baca Juga: Polri Ungkap Predator Seks Ancam Hapus Akun Free Fire Bocah untuk Minta Video Porno

Akibat perbuatan tersangka, sesuai hasil pemeriksaan berdasarkan perhitungan apraisal dan inspektorat Kabupaten Kupang mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp.9.600.000.000.

Perbuatan tersangka sebagaimana diatur dan diancam pidana Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Halaman:

Editor: Irfan Malik

Sumber: Info Publik

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ardhito Pramono Ajukan Permohonan Rehabilitasi

Selasa, 18 Januari 2022 | 09:30 WIB

Polisi Sita Ganja dari Musisi Ardhito Pramono

Kamis, 13 Januari 2022 | 08:00 WIB

Eksepsi Terdakwa Dugaan Terorisme Munarman Ditolak

Rabu, 12 Januari 2022 | 20:00 WIB
X