• Selasa, 5 Juli 2022

Bendungan Ciawi akan Tingkatkan Kapasitas Pengendalian Banjir Jakarta

- Selasa, 29 Maret 2022 | 13:00 WIB
Ilustrasi, konstruksi Bendungan Ciawi (Dok. Kementerian PUPR)
Ilustrasi, konstruksi Bendungan Ciawi (Dok. Kementerian PUPR)

MEDIUM.CO.ID - Selain Bendungan Sukamahi, Bendungan Ciawi di Kabupaten Bogor, Jawa Barat merupakan bendungan kering (dry dam). Kedua bendungan dirancang sebagai bagian dari rencana induk sistem pengendalian banjir (flood control) dari hulu hingga hilir untuk mengurangi kerentanan bencana banjir kawasan Metropolitan Jakarta.

Dikutip dari laman InfoPublik.id. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Senin (28/3/2022), maka pengoperasin Bendungan Ciawi akan berbeda dengan bendungan lain.  Kedua bendungan tersebut dijadwalkan mulai digenangi air pada musim hujan. Sementara pada musim kemarau bendungan ini kering. 

Baik Bendungan Ciawi dan Sukamahi merupakan yang pertama kalinya dibangun di Indonesia. Kedua bendungan ini bukan untuk keperluan irigasi atau air baku, namun untuk meningkatkan kapasitas pengendalian banjir.

Baca Juga: Tjetjep Muchtar Soleh Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Karangtengah Cianjur

Konstruksi Bendungan Ciawi mulai dilaksanakan secara bertahap (MYC) sejak Desember 2016 dengan progres fisik selesai 100% pada 2021. Bendungan Ciawi memiliki volume tampung 6.05 juta m3 dan luas genangan 39.40 hektar dengan biaya pembangunan sebesar Rp798,7 miliar. 

Pada Tahun Anggaran 2021 (SYC) dilakukan pekerjaan lanjutan dengan nilai kontrak Rp239,8 miliar untuk menyelesaikan pekerjaan akhir pada bangunan bendungan dan fasilitas umum dengan progres fisik dan keuangan selesai 100%. Saat ini tengah dilakukan pekerjaan lanjutan II berupa timbunan dengan progres hingga 16 Februari 2022 mencapai 80,2%. Ditargetkan seluruh pekerjaan konstruksi selesai tahun 2022.

Selain itu Kementerian PUPR juga terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait dan dan berupaya keras untuk mempercepat pembebasan lahan, sehingga penyelesaian Bendungan Ciawi selesai sesuai target. Berdasarkan data progres pengadaan lahan sudah mencapai 98,83% dengan target penyelesaian Uang Ganti Rugi (UGR) pada April 2022.

Baca Juga: Jaksa Agung Intruksikan Jajaran Awasi Barang Impor

Pengadaan lahan bendungan dilakukan dengan skema dana talangan, di mana kontraktor membiayai terlebih dahulu dan nantinya akan dibayarkan melalui Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN). Kontrak pekerjaan Bendungan Ciawi ditandatangani pada 23 November 2016 dengan kontraktor pelaksana PT. Brantas Abipraya dan PT. Sacna.

Bendungan ini didesain untuk mengurangi debit banjir yang masuk ke Jakarta dengan menahan aliran air dari Gunung Gede dan Gunung Pangrango sebelum sampai ke Bendung Katulampa yang kemudian mengalir ke Sungai Ciliwung. Rampungnya pembangunan Bendungan Ciawi akan mereduksi banjir sebesar 111,75 m3 per detik.***

Halaman:

Editor: Dede Sandi Mulyadi

Sumber: InfoPublik.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ramadan, Momentum Tekan Covid-19 dan Pacu Ekonomi

Selasa, 29 Maret 2022 | 17:00 WIB

Komsi IV DPR RI Dukung Rehabilitasi Hutan di IKN

Selasa, 29 Maret 2022 | 15:30 WIB

Luar Biasa, APBN Surplus Rp19,7 Triliun

Selasa, 29 Maret 2022 | 14:30 WIB

Kedatangan PPLN melalui Bali dan Soetta Meningkat

Senin, 28 Maret 2022 | 11:00 WIB

Terpopuler

X