• Jumat, 9 Desember 2022

Menkeu: Konflik Rusia–Ukraina Turut Pengaruhi APBN

- Kamis, 7 April 2022 | 03:00 WIB
Menkeu Sri mulyani indrawati mengatakan, kenaikan yang luar biasa dari harga komoditas yang dipicu konflik Rusia-Ukraina mempengaruhi APBN. (Foto: InfoPublik.id)
Menkeu Sri mulyani indrawati mengatakan, kenaikan yang luar biasa dari harga komoditas yang dipicu konflik Rusia-Ukraina mempengaruhi APBN. (Foto: InfoPublik.id)

MEDIUM.CO.ID - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, kenaikan yang luar biasa dari harga komoditas yang dipicu konflik Rusia-Ukraina mempengaruhi APBN.

Di satu sisi memberikan daya tambah penerimaan negara, namun di sisi lain masyarakat juga merasakan rambatan dari inflasi global tersebut.

“Kalau dulu tantangan dan ancaman bagi masyarakat adalah pandemi, sekarang tantangan dan ancaman bagi masyarakat adalah kenaikan dari barang-barang tersebut. Dari sisi APBN kita akan terus merumuskan langkah-langkah bagaimana tambahan kenaikan penerimaan ini bisa dialokasikan secara tepat,” ungkap Menkeu pada Keterangan Pers, seperti dikutip dari laman InfoPublik.id Selasa (5/4/2022).

Baca Juga: Nita Gunawan Diisukan Selingkuh Dengan Raffi Ahmad: Aku Hanya Wanita Biasa

Untuk itu, Pemerintah terus memonitor dinamika ekonomi dan volatilitas harga komoditas guna menyusun analisis risiko ekonomi dan fiskal atas berbagai skenario untuk merumuskan langkah antisipasi.

Selain itu, Pemerintah juga menyiapkan berbagai strategi dalam merespon pergerakan ekonomi melalui berbagai bauran kebijakan yang dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat dan melindungi masyarakat rentan dan miskin.

“Tadi Bapak Presiden telah menginstruksikan, seperti yang disampaikan Pak Menko, untuk kita bisa melihat secara detail harga-harga pangan dan harga-harga energi dan pilihan-pilihan kebijakan yang bisa kita ambil untuk bisa di satu sisi menjaga daya beli masyarakat, menjaga momentum ekonomi, tapi juga menjaga APBN,” jelas Menkeu.

Baca Juga: Penting, Simak Aturan Khusus Penumpang KRL Bila Buka Puasa di Dalam Perjalanan KA

Selain itu, menurut Menkeu, Presiden juga meminta para menteri untuk melakukan program-program pemulihan ekonomi yang difokuskan pada program labor intensive atau program untuk meningkatkan ketahanan dan penciptaan kesempatan kerja.

Selain itu, pemerintah juga akan mulai meningkatkan langkah-langkah koordinasi di bidang ketahanan pangan seperti pembukaan lahan, irigasi, dan ketersediaan pupuk serta bibit untuk komoditas yang sebenarnya dapat tumbuh di Indonesia.

Halaman:

Editor: Dede Sandi Mulyadi

Sumber: InfoPublik.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ramadan, Momentum Tekan Covid-19 dan Pacu Ekonomi

Selasa, 29 Maret 2022 | 17:00 WIB

Komsi IV DPR RI Dukung Rehabilitasi Hutan di IKN

Selasa, 29 Maret 2022 | 15:30 WIB

Luar Biasa, APBN Surplus Rp19,7 Triliun

Selasa, 29 Maret 2022 | 14:30 WIB

Kedatangan PPLN melalui Bali dan Soetta Meningkat

Senin, 28 Maret 2022 | 11:00 WIB

Terpopuler

X